
Minggu ini para tersiaris mulai membaca dan merenungkan Kisah Sang Peziarah, St. Ignatius Loyola, yang ditulis oleh Pater Gonçalves da Câmara SJ. Membaca Kisah Sang Peziarah di saat dulu kami ada di novisiat ternyata sangat berbeda nuansa dan kekayaannya dibandingkan dengan saat ini, setelah kami mulai berkarya dalam Serikat. Buku ini menarik, karena bukan cerita tentang Ignatius, tetapi cerita tentang Karya Allah dalam diri Ignatius.
Pagi ini kami berdiskusi tentang masa pertobatan Ignatius di puri Loyola setelah kakinya terluka di benteng Pamplona saat berperang dengan tentara Perancis. Ternyata 12 paragraf yang telah kami baca sehari sebelumnya, menghasilkan begitu banyak permenungan dan refleksi. Dua jam berlalu dengan cepat penuh dengan pertanyaan, diskusi, dan permenungan. Kami menjadi semakin paham latar belakang Ignatius mendiktekan biografinya kepada Pater da Câmara SJ, dan apa yang terjadi pada diri Ignatius yang digerakan oleh Roh Allah.
Semoga semua Jesuit masih tetap setia pada pengalaman dan rahmat Allah yang membuat Ignatius berkobar untuk mengabdi Allah.
No comments:
Post a Comment